Douglas DC-3 Ethiopian Airlines sedang berada di Bandara Internasional Bole, Addis Ababa. (Foto : Wikipedia).

Sejarah Hari Ini, 23 November; Pesawat Ethiopian Airlines Dibajak Dan Jatuh Di Samudra Hindia, 123 Orang Tewas.

Publish by Redaksi on 23 November 2022

NEWS, IDenesia.id – Ethiopian Airlines, biasa disebut Ethiopian adalah maskapai penerbangan nasional Etiopia yang berbasis di Addis Ababa, Etiopia, dan merupakan anggota Star Alliance, yang bergabung pada Desember 2011.

Ethiopian juga maskapai penerbangan terbesar di Afrika dalam hal penumpang yang dibawa, tujuan yang dilayani, ukuran armada, dan pendapatan. Ethiopian juga merupakan maskapai penerbangan terbesar ke-4 di dunia berdasarkan jumlah negara yang dilayani.

Hari ini 25 tahun yang lalu, atau tepatnya pada 23 November 1996, pesawat dari maskapai Ethiopian Airlines dibajak sekelompok orang dan terjatuh di Samudra Hindia. Sebagaimana dimuat BBC on This Day, Ethiopian Airlines Boeing 767 jatuh di Samudra Hindia setelah kehabisan bahan bakar.

Dari 175 penumpang dan awak pesawat, setidaknya 125 orang tewas dikarenakan pesawat pecah saat mencoba pendaratan darurat di lepas pantai berjarak 500 meter di Kepulauan Komoro.

Sejumlah turis dan penduduk sekitar dapat menjangkau lokasi di mana pesawat jatuh dalam beberapa menit usai pesawat menumbuk laut. Saat itu, sekitar 50 orang diyakini mampu diselamatkan hidup-hidup dari puing-puing pesawat, termasuk dua dari terduga tersangka pembajak.

Pesawat dengan nomor penerbangan ET961 itu awalnya terbang dari Bandara Internasional Bole Addis Ababa, Ethiopia, menuju Bandar Udara Internasional Jomo Kenyatta, Nairobi, Kenya. Empat jam setelah lepas landas, tiga pelaku beraksi mengambil alih kendali pesawat.

Menurut otoritas udara Ethiopia, para pembajak memerintahkan pilot agar pesawat terbang ke Australia. Pembajak sempat meminta pilot agar mendarat terlebih dahulu di Bandara Internasional Hahaya di Komoro untuk mengisi bahan bakar, 15 mil dari lokasi jatuhnya pesawat.

Namun nahas, bahan bakar lebih dulu habis sebelum sempat diisi. Walhasil, pesawat jatuh ke laut. Pesawat menghujam samudra dan berakhir celaka.

"Lautnya sedang pasang dan pesawat hancur akibat benturan," ujar seorang saksi mata, manajer hotel di pesisir lokasi kejadian, Bruce Thompson. "Itu pasti pendaratan darurat yang tidak mulus, lautnya bergelombang dan pesawat pecah karena benturan, badan pesawat pecah menjadi tiga bagian," kata dia.

Di antara para penumpang yang tewas, salah satunya adalah fotografer terkemuka asal Kenya, yang memiliki reputasi sebagai salah satu fotografer terkemuka di Afrika, Mohamed Amin. Sementara korban selamat, termasuk pilot dan co-pilot, langsung dilarikan ke rumah sakit. Pihak berwajib awalnya menangkap dua orang selamat yang diduga sebagai pembajak.

Namun, keduanya kemudian dibebaskan karena tak ada bukti yang cukup. Beberapa pekan kemudian, polisi berhasil mengidentifikasi dan menangkap tiga orang yang diyakini sebagai pembajak Ethiopian Airlines ET961. Diketahui, motif pembajakan lantaran ketiga tersangka yang terdiri dari 2 pengangguran dan seorang perawat ingin pergi ke Australia untuk mencari suaka politik.

#Topik Terkait

cropped-FAVICON-1.png
IDenesia Daily
hello world!
cross